Jatuh Cinta

 Aku pernah jatuh cinta 

Dengan seorang pemuda yang duduk di bawah pohon kayu besi. 

Dia duduk sendiri sambil memainkan sebatang rokok surya 

Sambil memandang ujung sepatunya yang mulai terkelupas termakan usia 

Dan inilah kisah kami 

Aku mengenalnya tanpa sengaja di sebuah lorong menuju ke rumah pamanku 

Pandangan kami beradu dan entah siapa yang memulai duluan sapaan pun terlontar dari mulut 

Hei mau ke mana? 

Bagaimana ada yang salah kok kakak? 

Tidak saya bertanya pada kalian ada keperluan apa malam-malam ke sini? 

Oh begitu? 

Mau ke rumah paman ada keperluan sebentar, 

Kalau begitu setelah selesai kita boleh bicara? Soalnya ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada kalian..


Dan setelah urusan selesai kami hendak pulang si Dia nongol lagi. 

Bolehkah saya mengantarmu pulang ada sesuatu yang ingin ku tanyakan? 

Pertanyaan yang sama diulang dua kali apakah harus dijawab atau dicuekin saja? 

Boleh saja asal jangan lama-lama ya karena ini sudah malam tidak bagus untuk kami. 

Baiklah. 

Hhhhhhmmm, kalau malam minggu ini saya pergi ke rumah boleh nggak? 

Memangnya ada urusan apa kamu mau  ke rumah?

Bertamu doang boleh kan? Atau ada yang marah, 

Tidak kok, 

Alhamdulillah kalau begitu saya akan ke rumah nanti. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barakallahu fii Umriik

KETIKA GELAP TIBA

"INI BUKU_ku, MANA BUKU_mu,???