"INI BUKU_ku, MANA BUKU_mu,???
Terima Kasih Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bapak Drs. Linus Lusi MPd yang telah mengapresiasi hasil karya kami dalam "Antologi Sekolahku Ladang Amalku".
Pada salah satu bagian buku itu tepatnya di halaman 86 dan seterusnya, ada sekolah yang pernah beliau kunjungi. Sekolah ini adalah tempat penulis menuliskan kisahnya dalam antologi tersebut. Tepatnya di SMKN 3 Kalabahi di Alimebung Kecamatan Alor Tengah Utara.
Inilah yang membuat haru serta bangga kami sebagai guru di sekolah yang bersangkutan. karena hanya berselang beberapa bulan kunjungan. Antologi Sekolah ku terbit dan langsung berada digenggaman orang nomor 1 Dinas Pendidikan NTT.
Gambar di atas dibuat saat Bapak Kepala Dinas berkunjung ke sekolah kami SMKN 3 Kalabahi pada bulan Juni kemarin. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami warga sekolah atas kehadiran beliau. Sosok muda yang menjadi kebanggaan karena bisa menakhodai institusi besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Di tangannya mutu pendidikan dan pengajaran daerah ini menjadi tantangan tersendiri. Menaungi ribuan tenaga pendidik yang tersebar di 23 kabupaten kota merupakan suatu perkara yang tidak mudah. Serta tempat bernaungnya ribuan anak didik dari tingkat PAUD hingga jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
Pernah menjadi guru, membuat beliau begitu akrab bercengkrama dengan kami para guru dari Alor.
Meski pun perdana namun sebagai sesama insan pendidik, ikatan emosional yang begitu akrab antara kami telah melebur dan akrab. Waktu yang singkat dan kunjungan yang terbatas telah menjadi penyemangat kami untuk menjadi lebih baik lagi dalam mendidik anak bangsa.
Melihat beliau juga membaca buku antologi kami saya merasa ini adalah suatu kebanggaan tersendiri. Karena beliau secara tidak langsung telah menjadi penyemangat atau mood booster bagi kami.
Sekalian ajang promosi kata Bunda Cantik Lilis Sutikno sebagai motivator dan inspirator dalam grup menulis kami.
Kata Bu Lilis, Bapak Kadis juga adalah seorang penulis yang hebat. Sudah banyak hasil karyanya yang beredar, meskipun saya sendiri belum tahu buku apa saja hasil karya beliau. Semoga saat beliau membaca postingan ini saya bisa dikasih hadiah buku oleh beliau.
Saya jadi teringat sebuah qoute yang diberikan oleh seorang sahabat saat diskusi dalam grup menulis WA kami. Kira-kira begini bunyinya " menulis adalah membuat peradaban, dan membaca adalah melestarikan peradaban."
Secara tersirat kami telah menulis suatu peradaban tentang sekolah tempat kami mencurahkan segala ilmu pengetahuan kepada para peserta didik dan Inshaallah akan menjadi sumber inspirasi di masa depan.
Semoga dengan semangat literasi membaca akan membawa perubahan besar bagi generasi NTT di masa depan.
Saat ini dunia tak butuh good looking, tetapi butuh good attitude dan good skill.
Skill menulis agar bisa membawa perubahan bagi dunia. Seperti kata Bunda Lilis, "Menulis adalah berteriak pada dunia tanpa suara ."
(Penulis, LILYANTI IDRIS, SPd. Guru SMKN 3 KALABAHI ALOR NTT)
Terus memberikan contoh bagi Generasi Milenial
BalasHapusTerima Kasih adikku, penyemangat yang selalu mendukung ❣️❣️❣️
HapusMantap bu Guru...
BalasHapusLuar biasa,,, ikut bangga dengan karya yang dihasilkan...
Tetap semangat dalam berkarya bu..💪💪😊🙏
Terima Kasih Tulang Pak Gurdes kita saling mendukung dan memberikan inspirasi untuk semua 🙏🙏🙏
HapusMantap ibu guru lanjutkan...!!!
BalasHapusTerima Kasih Om Bro, kita saling mendukung ya. Ayo mulai menulis ✍️✍️✍️
HapusBunda,, 😭
BalasHapusIni airmata bahagia bun
Saya hanya bisa bilang
Subhannallah
Masya Allah, bunda sungguh luar biasa🤲👌👍
Semoga Allah selalu berkahi mu bun🤲🤲🤲
#GoSangaBangaLahBunSajang👌👍🤩
Aku sudah jadi suporter fanatikmu. Lanjutkan dek
BalasHapusbahagianya namaku turut disebut, salam literasi bunda, sukses terus ke depan....teruslah menulis untuk menebar kebaikan.
BalasHapus